Skip to main content

Pendinginan ♥'s (not vs.) Pemanasan

(A late post) Pada Jumat, 8 April 2011 yang lalu, saya pernah pergi berenang di kolam renang yang ada di kompleks perumahan Pesona Indah, Depok. Karena waktu itu saya berenang siang dan pada hari kerja, kolamnya sepi sekali. Hanya ada empat orang plus saya. Jadi, kolam renang pribadi. : )

Pemanasan saya lakukan setelah berganti baju renang sebelum mencelupkan diri. Lalu, saya berenang ke sana kemari. Belajar sedikit gaya kupu-kupu dan bergerak cepat sesekali.

Kira-kira pada pukul 1 siang, saya menyudahi renang. Sayang, saya lupa pendinginan yang biasanya juga saya lakukan sembari mandi, membilas diri. Akibatnya, sehari setelah berenang atau keesokannya, badan saya remuk! Mulai dari paha, dada, lengan, sampai perut terasa sakit. Naik tangga pun tak mampu!

Pendinginan sepenting pemanasan. Mungkin kebanyakan olahragawan telah mengetahui hal itu. Itu menjadi penyeimbang, keseimbangan.

Mungkin demikian juga dalam kerohanian. Saat kita pemanasan, menyembah Tuhan, melakukan aktivitas pelayanan, dan hal-hal baik lainnya, tanpa penyeimbang--menjadi diri sendiri, menghadiahi diri sendiri, dan pendinginan, mungkin akan ada serangan balasan yang akan membuat diri kita merasa remuk.

Popular posts from this blog

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***