Skip to main content

Diam, Bergerak, Bertahan

Sebenarnya pola asuhnya Bapa Surgawi bagi anak-anak-Nya itu sederhana:

DIAM - BERGERAK - BERTAHAN

DIAM
Ini bukan artinya tidak melakukan apa-apa, tapi kita diminta menyediakan hati, pikiran, dan waktu untuk berdialog dan belajar akan kebenaran firman Allah.

Perhatikan pola asuhnya Bapa Surgawi kepada Yesus. Yesus muda selalu tenggelam belajar firman Allah dan berdiskusi tentang kebenaran.

Lalu, perhatikan interaksi Yesus dengan murid-murid-Nya. Murid-murid diminta setia untuk dimuridkan mendengar Dia mengajar.

Sederhana, hanya diminta sediakan waktu untuk dengar Dia bicara. Dan perkataan-Nya selalu diulang-ulang: "Siapa yang bertelinga hendaklah mendengar."

Dan bisa perhatikan dialog Yesus dengan Marta, di dalam kisah cerita Maria dan Marta (Lukas 10:38-42).

Bagaimana caranya supaya kita bisa mendengar suara-Nya? Ya selalu masuk dalam hadirat-Nya lewat belajar firman-Nya. Sebenarnya ini yang disebut MELAYANI TUHAN.

BERGERAK
Ketika kita sudah memaksimalkan diri untuk diajar akan kebenaran firman Allah dan mampu mendengar Dia bicara, secara otomatis Tuhan pasti menggerakkan kita untuk melakukan pekerjaan-Nya lewat tuntunan Roh Kudus.

Kembali kita perhatikan pola asuh Bapa Surgawi buat Yesus.

Yesus muda belajar, kemudian berdiskusi dengan para ahli di masanya karena pasti digerakkan oleh perintah Bapa Surgawi.

Begitu juga ketika mencari murid.

Dan yang menarik, perhatikan dialog Yesus dengan Ibu Yesus pada saat perkawinan di Kana (Yohanes 2:1-11). Selevel Anak Allah seharusnya bisa saja langsung melakukan pekerjaan spektakuler. Bahkan sebenarnya dari sebelum-sebelumnya, Yesus bisa saja melakukan mukjizat.

Tapi, Yesus memberi teladan bagi kita agar tidak asal bergerak, tidak asal menyelonong, melainkan bertanyalah dahulu kepada Bapa Surgawi. Jangan sembarangan, serampangan. Jangan teledor.

Begitu juga kalau kita perhatikan pola asuhnya Yesus bagi murid-murid-Nya.

Apakah pada saat jadi murid, mereka langsung melakukan pekerjaan-Nya?

Rasanya tidak, para murid digerakkan untuk mengikuti ke mana Yesus mengajar dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sederhana.

Ketika Yesus sudah terangkat ke surga, tugas untuk bergerak di-on-kan. Itu pun tetap di bawah kendali-Nya yaitu tetap ada yang mengarahkan, yaitu Roh Kudus (Yohanes 14:26).

Dan kita bisa lihat bagaimana kegerakan para rasul. Ada banyak pekerjaan luar biasa terjadi.

Artinya, sebagai anak-anak Allah, kita pun harus siap untuk digerakkan. Dengan perintah yang asli dari Tuhan, bisa lewat Roh Kudus, bisa lewat perantara orang lain yang digerakkan oleh Roh Kudus.

Kegerakan yang "asli" dari Tuhan boleh dikatakan MELAKUKAN PEKERJAAN TUHAN.

BERTAHAN
Nah, di bagian ini kita bisa belajar lagi bagaimana pola asuh Bapa Surgawi terhadap Yesus.

Seperti kisah Yesus di padang gurun pada saat dicobai Iblis.

Begitu juga pola asuh dan teladan Yesus kepada para murid-Nya, seperti kisah angin ribut diredakan, kisah di saat-saat terakhir Yesus.

Begitu juga yang dialami oleh kisah para rasul dalam melakukan pekerjaan Tuhan.

Bertahan adalah satu proses untuk menaikkan level keimanan.

Mau bukti lagi DIAM-BERGERAK-BERTAHAN pola asuh Bapa Surgawi bagi anak-anak-Nya? Bacalah juga setiap kisah di kitab-kitab Perjanjian Lama.

Jadi buat kita anak-anak-Nya, ingat akan kebenaran firman-Nya.

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius 6:33)."

Semangat terus, ya, karena kita adalah anak-anak Allah. Amin.


~ by Jati Wicaksono


Popular posts from this blog

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***