Skip to main content

Tempat Tersembunyi


Dear all,

Pada tempat inilah, Sang Mahakudus bersemayam
Di tempat tersembunyi ini, hati manusia mendapat perteduhan
Tak kasat mata, namun nyata bagi hati yang rindu sangat

Di tempat ini, manusia menelanjangi diri tanpa rasa malu atau rasa takut,
        Ia membasuhnya…
Di sini, keangkuhan terbakar habis
        kehendak diri ditundukkan
        rancangan manusia menjadi tiada berarti
        rencana pribadi menyatu di dalam rencana-Nya
Di tempat ini, perjanjian kekal ditandatangani kedua belah pihak

Ini tempat yang didamba, namun kerap kali disangkali
Di tempat tersembunyi, dua pribadi yang sama sekali tak setara bertemu
Persekutuan yang ganjil, namun membahagiakan

Di tempat ini, kedaulatan Sang Khalik diakui penuh
        rasa takzim mendalam menyelimuti kalbu
        tunduk, sembah, puji, dan hormat bagi Dia yang layak

Tempat tersembunyi adalah ruang mahasuci
        di mana kemuliaan-Nya dijunjung tinggi…


Image courtesy of soundcloud.com















Kreo, 11 Desember 2013
jelang Natal
—oleh Frankie Suthya


Popular posts from this blog

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***