Skip to main content

Elang dalam Eagle


Di halaman depan rumah seorang tetangga di dekat rumah kami, di Jl. Agnatis, Depok, tetangga tersebut memelihara seekor burung elang. Saya tidak tahu jenis apa.

Saya membayangkan, bagaimana kalau pemiliknya, tetangga ini, mau melepaskan burung elang itu terbang? Atau, bagaimana kalau ada orang yang mau meloloskannya dari sangkar itu, ya? Entah telah berapa lama elang tersebut terkurung berada di dalam sangkarnya. Hanya sebagai “hiasan” untuk dilihat-lihat orang, atau sebagai “kebanggaan”. Tapi, yang pasti, mungkin burung itu akan senang bila bebas dan dibiarkan terbang. (Tapi, kalau ada orang yang memelihara harimau, kuda nil, atau singa, jangan dilepaskan sembarangan, ya.)

Kadang, mungkin kita ibarat burung elang itu, yang terkurung dalam sangkar, tapi kadang kali ini barangkali diri kita sendirilah pemiliknya yang mengurung elang dalam diri kita untuk terbang bebas.


(Elang di dalam sangkar di halaman depan rumah tetangga)


















IM Jan 12, 2012 9:49:57 AM

9:39:40 AM   Franisz: Yes, let the eagle inside you be free.
9:39:41 AM   Ryan Darliansyah: butuh ga terikat waktu sih nisz
9:39:49 AM   Franisz: Me, too.
9:40:11 AM   Ryan Darliansyah: you see the eagle, rite?
9:42:20 AM   Franisz: Yes. I see the eagle, it will soar.
9:49:57 AM   Ryan Darliansyah: Amin : )


IM Feb 12, 2012 9:30:23 AM

9:24:37 AM   Franisz: Just let the eagle inside you be free...!
9:25:23 AM   Ryan Darliansyah: Now the eagle's suffering bro :D
9:25:31 AM   Franisz: :D
9:25:48 AM   Ryan Darliansyah: too much comfort...
9:25:55 AM   Ryan Darliansyah: but not growing
9:26:03 AM   Franisz: Yeah, let your eagle soaring high, let loose n be free from the cage...


Popular posts from this blog

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***