Karakter dikembangkan & dimunculkan
dari ujian. Dan hidup ini seluruhnya adalah ujian. Kita akan diuji oleh perubahan besar, janji yang tertunda, masalah
yang mustahil, doa yang tak terjawab,
kriktik yang tak layak, & bahkan tragedi yang tidak masuk akal.
Karakter itu dibangun & diuji oleh
ujian. Masalah itu ujian, tapi berkat juga ujian. Dilengserkan itu ujian, tapi
promosi itu juga ujian. Menerima kritik adalah ujian, tapi mendapat pujian juga
sebuah ujian. Mengalami perubahan itu ujian, tapi berada di zona nyaman juga adalah
ujian. Doa yang tak dijawab adalah ujian, tapi sikap hati saat menerima jawaban
doa juga merupakan ujian.
Ujian dalam hidup adalah sesuatu yang tidak
bisa kita hindari. Setiap hari kita mengalaminya. Ketika kita lulus ujian,
Tuhan menyediakan berkat. Before every
blessing, there is testing.
Bagaimana jika kita tidak lulus? Kita harus mengulanginya lagi. Berapa kali?
Sampai lulus. Terkadang "mata pelajaran" yang sama juga diujikan lagi
kepada kita. Dulu kita pernah berhasil, tapi kadang saat diuji ulang lagi, bisa
saja kita gagal. Tujuan dari semua ujian itu adalah karakter yang kuat.
Karakter & kesempurnaan seperti Kristus.
Daud pernah menyampaikan doa yang sangat
indah, sekaligus berani, "Ujilah aku, ya Tuhan dan cobalah aku,
selidikilah batinku dan hatiku" (Mazmur 26:2). Bukannya seolah Daud mau
menyombongkan diri. Sebaliknya, Daud ingin memiliki karakter yang menyenangkan
hati Tuhan. Daud ingin hidup dalam kebenaran-Nya.
Sadarkah kita bahwa segala peristiwa yang
terjadi di dalam hidup kita ini adalah sebuah ujian? Pastikan kita lulus saat
diuji. Mintalah pertolongan Roh Kudus agar ujian-ujian itu tidak malah menjauhkan
kita dari kasih karunia Tuhan, sebaliknya hal itu justru mendekatkan kita kepada-Nya.
Berdoalah agar ujian itu tidak merusak karakter kita, tapi justru
menyempurnakan karakter kita seperti karakter Kristus.
"THE TEST. Next Jesus was taken into the wild by the Spirit for the Test." (Mat. 4:1, MSG)
—Jati Wicaksono
![]() |
Sumber: istimewa |