Skip to main content

The Ballad of Life's Balance

I once heard someone says that life is all about maintaining balance. I couldn't agree more. But I can't refrain myself from sighing, acknowledging how difficult maintaining balance in life is.

Physics taught me two different states of balance (which are known as equilibrium states).

The 1st kind of equilibrium, called a stable equilibrium, is a state of balance that is not easily disturbed. When a small disturbance is introduced to the system, it will quickly and naturally return to its balance state. Just like an object in a bowl being pushed to one side. After several oscillations, it returns to the centre of the bowl, which is the equilibrium position.

The other state of balance is the unstable equilibrium. Upon introduction of small disturbance, the system will most likely be driven to one side and never return to its balance state.

I wish life gives us the first type of equilibrium.

Unfortunately that's not the case. Life is so easily drifted to one side. Human have preference. We prefer something over another. We value one and belittle others. We have favorites. And I guess that's what makes us human.

So how do we keep balance in our life?

Many marriages fail because one or both spouses are unable to keep a good balance between work and family life. Students fail school due to their inability of balancing their study and social/play time. What it takes is a little tilt, and the whole thing collapses!

Years of ballet and body balance classes taught me that it takes practice to maintain balance. Strained muscles, focused sight, and determination are required to keep you from falling.

May we all become life-long learners who, through successes and failures, relentlessly try to master life balancing. And we shall not forget that falling is just part of the long process.


~ by Eliana Maria


"Life is about balance." (Ezra Brown)




Popular posts from this blog

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***