Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2015

Layak

Beberapa di antara kita mungkin merasa tak layak tak layak untuk hidup tak layak untuk bekerja tak layak untuk menerima apa pun
Tapi ada, yang masih untuk kita, satu hal layak layak mengasihi
Dan lagi layak bersemangat layak berharap layak berjuang
Ya
layak untuk berjuang layak untuk berjuang layak untuk berjuang

Sampah?

Seorang abang, Ronald Politton pernah mem-posting pada akun Facebook-nya, yaitu gambar sebuah jalan di Jepang dengan status seperti ini:
Heran.. sepanjang jalan ngga ada tempat sampah tapi jalanan bersih banget.
Berikut pencerahannya.


Ada beberapa respons dari sejumlah teman. Lalu, saya pun ikut merespons:
Itulah Jepang bang. Wkt ada temen yg ke sini aja, waktu sy mau buang bungkus permen di dalam angkot, dimarahi! Disuruh masukin ke kantong ato tas aja.

Mgk krn Jepang ‘lahannya’ kecil kli y bang jd ngerasa ngehargai. Sdg, Indonesia ngerasa lahannya terlalu luas, jd buang sampah smbrgn.

Salut buat org2 Jepang yg bhkn buang bungkus permen pun ke tas ato saku dulu. Yg aneh, n kdg bikin kesel , kalo srg lht mobil mewah d Jakarta yg ngelempar sampah k luar dr jendela mobilnya. Terasa itu bukan mobil mewah, tp ‘mobil sampah’ ato mobilny tukang sampah.
Teman saya yang dari Jepang waktu itu bernama Junko.
Sedikit saja yang ingin saya tekankan, tentang lahan kecil Jepang, sehingga mungkin…

Buta di Belakang, Tahu di Depan

Saya membaca ulasan singkat dari Linda Yezak tentang isi cerpen The Boy Who Smelled Colors oleh H. Lee Barnes.
Di paragraf-paragraf awal, penulisnya memperkenalkan kedua tokoh, Julian dan Christopher yang berpetualang di sebuah gurun pasir di Arizona. Christopher sebagai tokoh utama dengan sudut pandang pertama (POV), sedangkan Julian adalah saudaranya.
Christopher menghaturkan bahwa Julian menghadap ke cakrawala yang membentang di depannya, seolah ingin merasakan desiran angin dari berbagai penjuru.
Kemudian, pada paragraf-paragraf selanjutnya, cerpen tersebut berisi dialog antarkedua karakter tersebut seperti tentang cuaca panas ataupun hawa hangat. Sampai pada dialog berikut ini, barulah jelas tentang keadaan Julian yang sebenarnya:
“This way.” Christopher aims Julian toward the trailhead and takes his forearm in hand. “Careful. There’s rock ahead.” (terj. bebas: “Lewat sini.” Christopher mengarahkan Julian sambil memegang lengannya. “Hati-hati. Ada batu di depan.”)
Menurut Linda …

Siap

Seorang yang DEKAT dengan Tuhan bukan berarti tidak ada AIR MATA

Seorang yang TAAT pada Tuhan bukan berarti tidak ada KEKURANGAN
Seorang yang TEKUN berdoa bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT tapi, orang tersebut akan selalu mengalami PENYERTAAN-Nya
Seandainya BERGUMUL, pasti ada HARAPAN
Seandainya di padang gurun, pasti DIPELIHARA
Seandainya masih dalam PROSES, suatu saat pasti DIPROMOSIKAN biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita karena Tuhan TAHU waktu yang TEPAT untuk memberikan yang TERBAIK
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar MEMAAFKAN
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kautanggung, maka saat itu kamu sed…

I'm A Writer

Bukan ingin narsis.

Hanya ingin berbagi tentang hidup menjadi penulis.
Sebelumnya, izinkan saya membagikan sepenggal tulisan yang pernah saya buat di campuran. Maaf kalau terkesan agak kekanak-kanakan, ya. Boleh di-skip, boleh dibaca juga.
***
Untuk Penjunan
"Apa yang menguji kata-katamu? Apa yang membuktikan tulisan-tulisanmu? Tindakanmu!" —Myiva Chara Yefa
Franisz. Kenapa ingin mengenalnya? Ia penulis. Namun, saat ini ia editor. Ia tidak pernah menyangka akan menjadi editor. Mulanya, ia hanya senang membaca buku dan sering ke perpustakaan. Saat ia menemukan banyak kesalahan dalam buku, ia mulai berpikir ingin menjadi editor. Namun, ia berjiwa penulis. Ia berpikir menjadi editor mudah dan tugas editor itu mudah. Namun, saat ia menjadi editor, ternyata banyak hal yang harus dipelajari. Banyak editor yang mengaku bahwa mereka tidak menyangka menjadi editor.
Hasil penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 80% editor tidak secara langsung memiliki keinginan, rencana, atau cit…