Skip to main content

Menyingkap yang Masih Terselubung


Menyingkap yang Masih Terselubung
(Manifestasi Keangkuhan Diri Vs Manifestasi Manusia Baru)


Bersikukuh sikap, hingga tak peduli?
Begitu keraskah hati untuk sebuah teguran?
Alangkah degilkah hasrat dan tidak terkendali?
Hilangkah kepekaan bagi sebuah bimbingan lembut di kalbu?
Menjadi nyamankan diri, enggan menyongsong yang baru?

Pada atribut diri yang belum dilucuti, ia bersembunyi
Terjalin menyatu dalam kehendak daging, kehendak diri
Terangsang tumbuh karena ingin pengakuan
Sabar menunggu peluang
Bersemi,
memperbanyak diri,
membentuk koloni yang menjerat
Menghambat kuat,
            benih ilahi yang mesti bertumbuh

Berjuang keraskah diri dalam ketundukan?
Rela dan melembutkah hati untuk dibentuk Sang Penjunan?
Bertekad bulatkah hasrat untuk menjadi yang terkecil?
Sudikah sang diri untuk menyendengkan telinga bagi teguran lembut di kalbu?
Gelisahkah diri di atas sebuah status quo yang tidak diakui oleh Sang Pemilik hidup?

Rindu dendamkah si aku pada hikmat yang mahakaya ini:
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
Berbahagialah orang yang berduka cita,
Berbahagialah orang yang lembut hatinya,
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,
Berbahagialah orang yang murah hatinya,
Berbahagialah orang yang suci hatinya,
Berbahagialah orang yang membawa damai,
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh karena kebenaran.

Inilah permohonan yang sangat, Tuhan:
        Janganlah menjadi sia-sia anugerah tak ternilai ini di dalam diri,
        Janganlah biarkan hambamu mengambil apa pun bagi diri di dunia ini,
        Biarlah Engkau bertambah besar dan aku bertambah kecil,
        Biarlah Engkau segalanya dan aku tiada apa-apanya,
        Biarlah bagian tetapku ada dalam deposit-Mu selama-lamanya.
       
       
oleh Frankie Suthya


Grab this illustration here



















Popular posts from this blog

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***