Skip to main content

Terus cipta, jujur rasa, jaga karsa, tulus karya

No matter how fast a lie is, the truth will catch up with her 
(Sekencang apa pun kebohongan berlari, kebenaran akan jauh melampaui).
—pepatah Belanda


Dentuman musik!

Mencari tempat di hati ini...

Kadang dalam hidup

Tak mendapat tempat sedikit pun

Terlalu tertambat kepada kebisingan sekitar!

Kadang tercipta dentuman hangat dari siul-siul kecilmu...

Terkadang dentuman itu berhenti

Tersentak oleh kemuraman hati

Masih bisakah kita jujur untuk bermusik?

Ataukah sudah mustahil untuk bernyanyi dari hati?

Apakah suatu hari kita mampu membawa melodi ini melampaui bumi?

Mereka bilang, bernyanyilah dari hati

Tapi, yang jujur dari hati membuahkan kontroversi

Malah yang berpura-pura terapresiasi…

Maukah kau mengucap syair tanpa memaknainya?

Sudah lupakah kau begitu banyak jiwa yang tersentuh oleh tulusnya aliran musikmu?

Menciptalah…

Berkaryalah…

Bernyanyilah…

Bukan untuk sebuah pujian… tapi…

Kebanggaan

Karena engkaulah mahakarya Sang Maestro

Yang mencipta dengan terampil, tulus, tak bercela



—oleh Estherina “Eshkreem_Lezatouse” Djaja


Popular posts from this blog

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***