Skip to main content

Hamba Kebenaran


Saat Kebenaran tersingkap di kalbu
Ada gairah
Ada pertumbuhan
Ada transformasi
Ada pengudusan

Waspadalah
Kedagingan pun menyelinap
Bagai pencuri tak kenal lelah
Mencari kesempatan di kala lengah
Sadarkan diri lama yang mestinya mati
Menjalin kembali hasrat bangga diri,
‘Saya menjadi pemilik kebenaran’
Merasa nyaman, terbang di atas angin

Tutup saja kirbat lama itu
Tak layak anggur baru menempatinya
Takkan berguna yang kudus tinggal dalam hati berdosa
Menciderai pribadi lain
Pemborosan tak terampuni
Sia-sia sesal di masa datang

Sangkal diri
Manusia bukanlah pemilik kebenaran
Ia tinggal bukan karena kualitas diri
Ia diberi bukan karena layak diri
Ia bekerja bukan karena cakap diri
Kebenaran itu sang Tuan sejati
Manusia hanya hamba belaka

Biarkan
Sang Kebenaran meraja
Di hati baru, kirbat baru
Mengubah diri lama
Ada satu tatanan baru
Bekerja dengan aturan dan kendali di luar mau diri
Kebenaran itu Sang Kuasa
Syukur saja
Yang patut terucap jika diri terpakai
Diri ini hanyalah hamba

Ia tampak seperti surya terbit
Di ufuk timur
Dari gelap malam
Sampai tengah hari
Menyibak semua yang tersembunyi
Membakar semua yang tak berguna
Memberi energi hidup baru
Semua dalam hikmat dan kuasa kasih-Nya


oleh Frankie Suthya

Popular posts from this blog

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***