Skip to main content

Salah Satu Impian

Setelah dahulu menempel poster-poster, dan orangtua meledek dengan canda tentang idola-idola masa muda ...

Setelah menerima pengaruh dan dampak besar ketika SLTP serta pesona lagu Kupu-kupu Liar itu ...

Setelah sempat mengubah nama menjadi Bimbim sewaktu masa SMU ...

Setelah mimpi basah keringat karena begitu ingin bertemu ...

Setelah melewati jalan Potlot yang tersohor itu ...

Setelah sangat ingin menemuinya ...

Telah sempat mengikuti acara ini ...














(fyi, Bunda Iffet is the one and only oldest woman manager of a band in Indonesia, and perhaps in the world, also a mother for Bimbim and other 'children' as well.)

Lalu dia yang datang, bukan saya ... (seorang idola yang sangat ingin saya jumpai sewaktu saya masih muda dulu, ternyata mendatangi saya, bukan saya yang datang mencarinya. Indahnya saat berkat yang datang, bukan kita yang mencari.)












Lalu, terbayang bagaimana kalau dengan Pribadi Agung yang kita elukan, ya...? Mungkin beberapa orang menertawakan dan memikirkan mengapa seseorang yang sudah dewasa masih mau melakukan hal seperti ini? Setidaknya, salah satu mimpi (baik masa kecil, masa muda, maupun nantinya) telah tergenapi. Dan masih banyak impian di depan.

(Plus lagu Ku Tak Bisa oleh Kaka & Bimbim untuk Bunda mereka.)


Semoga salah satu mimpimu pun tergenapi, serta engkau tetap memiliki impian.

Popular posts from this blog

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***