Skip to main content

Motherhood

I cannot sleep. For a while I sat here in bed with the lights off, and thought and prayed. I have a headache. It would be so easy to take a sleeping pill, but He knows I need sleep—and how much. And sometimes there are more important things. Like seeing the world outside flooded with moonlight and watching the last log in my fireplace flicker and die, the shadows of the ceiling beams leaping, as it were, in the fire-light. And knowing He is here.

I get snowed with my responsibility at times, and when I do, I fret. And as always it “tends only to evil” (Ps. 37:8 RSV). I get cross and take it out on the kids. Not deliberately. But I am worried about not being a better mother, and then I nag or scold when I should first instruct or correct.

Well, every time I start talking to the Lord about it, God keeps saying, love them. Which seems (or could seem) odd—because I love every ounce of them. But God means “show it.” Let them in on the fact. Enjoy them. You think they are the greatest—let them know you think so.

My head is trying to wise up my heart.

The heart worries, fears the worst, imagines all sorts of things, wants to guide, counsel, control, choose.

The head says, “Lay off. Trust God. Love. Be sympathetic, understanding, patient, confident. Turn loose. And pray.”

by Ruth Bell Graham

Mom, Grace my little sister, and me
My mother and me

Popular posts from this blog

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***