Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2017

Bus Pintar

Maaf kalau saya agak bodoh karena mengemudi sambil merekam video via HP saat di Jalan Tol Dalam Kota, Jakarta. Mengapa?

Karena saya gemas, geram setiap kali—tapi baru kali ini merekamnya—melihat truk atau bus yang mengambil atau lewat di lajur paling kanan saat di jalan tol, yang sebenarnya diperuntukkan ke mobil-mobil kecil. Apabila ada bus atau truk, tidak begitu bisa sigap mengantisipasi kejadian atau mobil-mobil yang berada di depannya karena badan truk atau bus yang besar itu menutupi. Seperti salah satunya bus pintar yang saya rekam di atas. Apalagi, "bus pintar" tersebut adalah milik lembaga pemerintahan.

Apakah mereka mempunyai privilese tertentu sebebas itu?

Motherhood

I cannot sleep. For a while I sat here in bed with the lights off, and thought and prayed. I have a headache. It would be so easy to take a sleeping pill, but He knows I need sleep—and how much. And sometimes there are more important things. Like seeing the world outside flooded with moonlight and watching the last log in my fireplace flicker and die, the shadows of the ceiling beams leaping, as it were, in the fire-light. And knowing He is here.
I get snowed with my responsibility at times, and when I do, I fret. And as always it “tends only to evil” (Ps. 37:8 RSV). I get cross and take it out on the kids. Not deliberately. But I am worried about not being a better mother, and then I nag or scold when I should first instruct or correct.
Well, every time I start talking to the Lord about it, God keeps saying, love them. Which seems (or could seem) odd—because I love every ounce of them. But God means “show it.” Let them in on the fact. Enjoy them. You think they are the greatest—let the…

Sméagol

The care of the soul is a matter of the highest importance; beyond anything which can be brought into comparison with it.” —George Whitefield

Tempo lalu saya menulis sedikit tentang Kichijiro, seorang tokoh dalam Silence yang sering jatuh dan bangun dalam hidupnya. Kemudian, baru-baru ini saya diingatkan tentang salah satu tokoh dalam The Lord of the Rings karya (John Ronald Reuel) Tolkien. Tokoh tersebut adalah Gollum, atau disebut juga Sméagol.
Kalau Kichijiro kadang jatuh, kadang bangun, Sméagol kadang jahat, kadang baik.
Apakah kedua tokoh tersebut serupa? Saya tidak tahu, sebab saya tidak akan mengupasnya panjang lebar—tapi satu yang pasti, yaitu bahwa kalau Kichijiro, pada akhirnya benar-benar mau bertobat dan berubah, tidak mau jatuh bangun lagi dalam hidupnya.
Bagaimana dengan Gollum/Sméagol?
Mari kita kupas sejenak tentang dia.
Gollum merupakan salah satu jenis hobbit, makhluk fantasi karangan Tolkien. Ciri-cirinya pendek dan kotor karena agak memiliki semacam lendir di tubuhnya (

Kichijiro

Always question those who are certain of what they are saying.” —Elie Wiesel

Kebanyakan dari kita seperti Kichijiro. Salah satu tokoh dalam novel maupun film Silence.
Ataukah hanya saya yang mirip?
Mengapa saya menulis tentang Kichijiro jika saya saja sendiri masih seperti Kichijiro? Entahlah.
Saya memang belum pernah membaca langsung bukunya, namun dari filmnya kita bisa belajar tentang tokoh Kichijiro ini.
Kichijiro adalah seorang pemabuk sekaligus nelayan yang dimintai tolong dan ditawari untuk dapat pulang ke negara asalnya oleh Father Rodrigues dengan menjadi guide atau penunjuk jalan.
Tapi, sekalipun dia sudah diberi kesempatan untuk kembali ke negara asalnya dan mengabdi pada satu tujuan, yaitu menjadi guide, sepertinya Kichijiro sering kali berusaha mengkhianati. Sering kali jatuh-bangun. Entah demi uang. Demi menepis ketakutan. Demi menyelamatkan nyawanya sendiri. (Mungkin mirip figur Yudas Iskariot.)
Meskipun Kichijiro sering jatuh-bangun, ia selalu mau mengakui dosa-dosanya. Lalu…