Skip to main content

Grammar, story, or words?

I have a close friend who loves grammar. Loves to study it, use it, think about it, and talk about it.  Once she tried to get me to talk about it.  I demurred.  Because to me, grammar is a big snooze.  I know it well enough in an intuitive sort of way (I did ace the grammar test I had to take to get into journalism school) and that’s enough for me.

But my friend was shocked.  “You’re not into grammar? I thought every writer was.”

Uh-uh. Not this writer.

And then there are words.  I subscribe to the Word A Day email but most days it remains unopened. I use a thesaurus almost daily, but I don’t obsess about finding just the right word.  I’m interested in words (after all, they are the main tools of my trade), but I’m not a word geek.

Ah, but story.  Story lights me up—reading a good one, talking about aspects of it, pulling one apart to see how it was put together.  I’ll read a novel with questionable grammar if I’m into the story.  And while I admire books with beautiful words strung together into flowing sentences, if there’s not an engaging story to it, I’m done.

It took me a long time to realize that I’m into this game for the story.  Because of that, I felt slightly inferior when writer friends started speaking rapturously about grammar and words.  But not anymore. Because I’ve figured out what drives me when I read.

I think all of us coming to writing through reading, but I’ve also come to realize that it is likely the words, the grammar, or the story aspects of reading that grab us.

Why does this even matter?

Because the more you know about yourself as a writer, the easier it is going to be for you to write. And the easier it is for you to write, the more prolific you’ll be. And dare I say it—the more prolific you are, the better your writing. I know some will argue with me on that, preferring the practice of lingering over every word and sentence. But I contend that writing fast teaches you more about craft.

Getting your writing out of your head and onto the page is the most important thing of all.  So whether it is grammar, words or story that you love—just get writing.


—Charlotte Rains Dixon




Popular posts from this blog

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***