Skip to main content

A Bit About A Pit

I watched one of Dr. John C. Maxwell teachings on Youtube several days ago when he was delivering his message during Global Pastors and Leadership Conference 2015. And when he shared this one special thing, it caught my attention. He shared about (which I quoted and modified a bit from an online source): 
A man fell into a pit and couldn't get himself out.

A subjective person came along and said, "I feel for you down there."

An objective person came along and said, "Well, it's logical that someone would fall down there."

A Christian Scientist came along and said, "You only think you're in the pit."

A Pharisee said, "Only bad people fall into pits."

A mathematician calculated how he fell into the pit.

A news reporter wanted an exclusive story on his pit.

A fundamentalist said, "You deserve your pit."

A Calvinist said, "If you'd been saved, you'd never have fallen in to that pit."

A Wesleyan said, "You were saved and still fell in the pit."

A Charismatic said, "Just confess that you're not in that pit."

A realist came along and said, "Now that's a pit!"

A geologist told him to appreciate the rock strata in the pit.

An IRS man asked him if he was paying taxes on his pit.

The county inspector asked him if he had a permit to dig the pit.

An evasive person came along and avoided the subject altogether.

A self-pitying person said, "You haven't seen anything until you've seen my pit..."

An optimist said, "Things could be worse."

A pessimist said, "Things will get worse."

Jesus, seeing the man, reached down, and took him by the hand and lifted him out of the pit.

image from here

Popular posts from this blog

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***