Skip to main content

Tak Ada Lain Nama

Tuhan...
Gak gampang mengampuni dan melupakan...
Apalagi kalau kejadiannya baru kemarin...

Tapi aku memilih...
untuk mengisi hatiku dengan cinta dan kekaguman akan Engkau...
Lewat puji-pujian yang bergema di telinga...
Getaran-Mu mengalir memasuki setiap relung hati...
Mencuci otakku dengan cinta-Mu..

Aku berlari pada-Mu...
kerna tak ada yang sebanding dengan kehangatan-Mu...

Hatiku akan bernyanyi...
Tidak ada lain nama...

Tak terasa...
Air mata menetes...
Mengalir membasuh luka...
Menghanyutkanku dalam keindahan-Mu...

Perasaan ini begitu berharga
dan rasa inilah yang aku cari...
Perasaan saat aku dalam hadirat-Mu...
Bercengkerama dengan-Mu, yang tercinta...

Hadirat-Mu...
membawa damai yang melampau segala akal...

Dan keajaiban lain dimulai...
Inilah saat luka-lukaku tertutup harapan baru...
Harapan bahwa aku punya pembela dan pencinta yang layak kupercaya...
Pribadi yang dapat kuandalkan saat intimidasi merasuk, merusak sukma...

Hatiku akan bernyanyi...
Tak ada lain nama...

Tak ada gunanya menyimpan angkara
Tak ada untungnya kuperjuangkan sendiri pembalasan...

I love You, Lord
I need You more and more...

Tuhan...
Aku berlari pada-Mu...
Ya, aku berlari mendekat pada-Mu...

Raih dan dekaplah aku
Mulai hari ini jangan lepaskan aku
Sekalipun inginku memberontak dan hendak sembunyi dalam gelap...

Ikatlah aku dengan meterai abadi
yang tak akan mampu dihancurkan oleh apa pun...
yang membuat tiap sel tubuhku mengejar-Mu
bagai oksigen yang menghidupkan dan menyegarkan...

Semua aspek dalam hidupku, takkan terlewatkan
menjadi saksi akan kesetiaan dan kasih-Mu


—by Dina Evariyana


Popular posts from this blog

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***