Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Diam, Bergerak, Bertahan

Sebenarnya pola asuhnya Bapa Surgawi bagi anak-anak-Nya itu sederhana:

DIAM - BERGERAK - BERTAHAN

DIAM
Ini bukan artinya tidak melakukan apa-apa, tapi kita diminta menyediakan hati, pikiran, dan waktu untuk berdialog dan belajar akan kebenaran firman Allah.

Perhatikan pola asuhnya Bapa Surgawi kepada Yesus. Yesus muda selalu tenggelam belajar firman Allah dan berdiskusi tentang kebenaran.

Lalu, perhatikan interaksi Yesus dengan murid-murid-Nya. Murid-murid diminta setia untuk dimuridkan mendengar Dia mengajar.

Sederhana, hanya diminta sediakan waktu untuk dengar Dia bicara. Dan perkataan-Nya selalu diulang-ulang: "Siapa yang bertelinga hendaklah mendengar."

Dan bisa perhatikan dialog Yesus dengan Marta, di dalam kisah cerita Maria dan Marta (Lukas 10:38-42).

Bagaimana caranya supaya kita bisa mendengar suara-Nya? Ya selalu masuk dalam hadirat-Nya lewat belajar firman-Nya. Sebenarnya ini yang disebut MELAYANI TUHAN.

BERGERAK
Ketika kita sudah memaksimalkan diri untuk diajar aka…

Haanukah

Puji Tuhan, setelah menang yang ini dari Paul Smith, saya menang kuis lagi lewat milis Dear Reader-nya Suzanne Beecher. Kali ini dari Joel ben Izzy yang menulis kuisnya seperti berikut ini. Dear Reader, Today's guest author is one of my favorite storytellers, Joel ben
Izzy. I fell in love with his first book, "The Beggar King and the
Secret of Happiness" and I've been a fan ever since.

Joel wrote a guest column today and I've included an alternate read,
a link to preview his latest book, a young adult book enjoyable for
all readers, "Dreidels on the Brain." There's also a delightful
contest for those of you who sample his book today. You'll have fun.
Be sure to enter.

In 1983 storyteller Joel ben Izzy graduated from Stanford University
and set off to travel the globe, gathering and telling stories.
Since then, he has performed and led workshops in thirty-five
countries. Over the years he has also produced six recorded
collections of his stories,…

Pekerjaan Vs Pelayanan

Tulisan ini saya lihat ketika sedang bertugas meringkas khotbah di gereja. Seusai menyantap sarapan di meja yang ada di ruang Sound System & Lighting, saya melihat sebuah pigura yang terpampang tampak usang, sudah lama dibiarkan bergantung, berdebu, serta kotor. Dan kemungkinan besar jarang ada orang yang membacanya, apalagi di ruang itu agak remang. Di pigura vertikal tak terlalu besar itulah tulisan di bawah ini saya lihat. Dan ingin membagikannya kepada Anda.

***


Apakah Perbedaan Antara Pelayanan dengan Pekerjaan?

Bila kita melakukannya selama ada waktu luang, itulah pekerjaan. Bila kita melakukannya meskipun mengganggu aktivitas kita, itulah playanan.

Bila kita berhenti karena tidak ada yang berterima kasih kepada kita, itulah pekerjaan. Bila kita terus bekerja walaupun tidak pernah dikenal siapa pun, itulah pelayanan.

Bila kita melakukannya untuk diri sendiri, itulah pekerjaan. Bila kita melakukan yang terbaik seperti benar-benar untuk Tuhan, itulah pelayanan.

Bila kita melak…

Kebiasaan yang Sepele, Tapi Bikin Boros

Dari sekitar belasan juta penduduk di Jakarta, bisa dikatakan mungkin tidak seluruhnya memiliki KTP DKI. Dan seiring pertumbuhan jumlah penduduknya, bisa diperhatikan bahwa kebutuhan kita yang mungkin tinggal di kota ini adalah perlu mengatur keuangan. Hal ini sangat penting.
Banyak orang mungkin berdoa supaya diberi kekayaan, pekerjaan, penghasilan yang tinggi, dan pandai mengelola keuangan, namun seolah-olah doanya tidak dijawab oleh Tuhan. Tahukah Anda bahwa mungkin permasalahan utamanya bukanlah apakah Tuhan sudah menjawab doa atau belum, karena Tuhan itu Mahamendengar, melainkan mungkin permasalahan utamanya ada pada diri kita sendiri.
Apakah Anda bisa mengelola keuangan pribadi yang Tuhan sudah percayakan kepada Anda dengan baik atau malah memboroskan dan menyia-nyiakannya?
Karena itu, mengelola harta atau keuangan pribadi dengan baik menjadi kebutuhan kita semua. David Bach, seorang penasihat keuangan di Amerika menciptakan sebuah istilah, yaitu the latte factor (faktor latte), y…

Resolusi Sehat 2017

Tidak terasa, tahun 2016 akan segera berakhir dan kita memasuki tahun yang baru 2017. Mungkin telah banyak atau beberapa pencapaian yang Tuhan izinkan kita raih dan kita bersyukur untuk itu semua. Namun, berkat yang tidak kalah penting dan wajib kita syukuri adalah kesehatan tubuh, jiwa, serta roh yang memungkinkan kita untuk mampu menjalani setiap aktivitas sehari-hari.
Tuhan jugalah yang menganugerahkan kesehatan bagi kita. Tetapi, kita juga wajib memiliki peran dalam menjaga kesehatan sebagai bentuk ungkapan syukur dan tanggung jawab kita memelihara bait Allah, yaitu tubuh kita.
Pola hidup yang tidak sehat sering menjerumuskan kita pada berbagai macam kondisi tubuh yang meyebabkan tubuh rentan mengalami masalah, bahkan sakit-penyakit. Salah satunya adalah obesitas. Obesitas ditemukan pada orang dewasa, remaja, dan anak-anak. Lebih dari 1,4 miliar orang dewasa yang overweight (kelebihan berat badan) dan lebih dari 500 juta orang dewasa di dunia mengalami obesitas.
Menurut WHO, pada tah…

Sukacita sejati

Tulisan ini diangkat setelah berbincang dengan salah seorang teman, Timothy Satya, yang memiliki gelak tawa cukup melegakan, lepas, dan penuh sukacita.
***
Klise tapi mau mengerti dari mana lagi: Menurut KBBI (Kamus Besar BahasaIndonesia),kata sejatimemiliki arti tulen, asli,murni, dan tidak ada campurannya.Kalau diaplikasikan dengan kata sukacita, apa arti sukacita sejati?
Salah satu tolok ukur sukacita sejati adalah tertawa secara lepas. Tidakjaim”. Walautak semata-matatertawa lepas bisa menjadi ukuransukacita sejati—sebab dalam diampun bisa bersukacita—sering kali itumenandakan ketulusan seseorang, apaadanya, dan tanpa beban.
Mungkin ada