Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2015

Terbaik

Aneh—atau setidaknya, itulah yang saya rasakan. Belakangan ini, saya sering bertanya-tanya di dalam hati ketika saya ataupun orang lain mengatakan tentang memberikan yang terbaik kepada Tuhan atau saat hendak melakukan sesuatu.
            Lalu, beberapa waktu yang lalu, seorang teman atau kakak, Jane Purnamasari meminta saya untuk menuliskan hal memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Dan inilah hasil dari penulisan tentang itu di dalam versi blog.
Apa sih sesungguhnya arti dari memberikan yang terbaik? Yang terbaik? Terbaik?
Apakah itu berarti mengerjakan semaksimal potensi, semampu kita—apa pun pendapat orang lain—sebab kita merasa telah memberikan atau melakukan sesuatu yang terbaik? Apakah memilih yang terbaik, atau setidaknya yang baik? Memanajemeni dengan baik? Memimpin dan mengikuti dengan baik?
Banyak hal atau kesempatan untuk kita mencoba memberikan atau melakukan yang terbaik. Dan apa yang dilakukan oleh istri saya berikut ini mungkin adalah salah satu upaya memberikan, mel…

Too

Do you feel …
Too busy to pray? Too many things to do save to read? Too many busyness to handle and can’t make time to write? Too ashamed not to be perfect? Too sinful not to do at least one good single thing to do each day? Too fearful, too guilty to start or maintain prospective relationship? Too many possessions to have that it feels like they own you already? Too … (etc.)

Pray. Read. Make time. Anytime. Write. Try. Try. Relate. Do. Not. One.



Udara

Udah pernah iseng nanyain harga oksigen? Kalo belum, kira-kira Rp25.000/liter.
Dan pernah nanyain harga nitrogen di apotek? Kalo belum, kira-kira Rp9.950/liter.
Tahukah bahwa dalam sehari manusia menghirup 2,880 liter oksigen & 11,376 liter nitrogen? Jadi, 2,880 x Rp25.000 = Rp72.000.000, 11,376 x Rp9.950 = Rp113.191.200.
Total biaya untuk bernapas 1 hari adalah Rp72.000.000 + Rp113.191.200 = Rp185.191.200.
Kalau sebulan, 30 x Rp185.191.200 = Rp5.555.736.000.
Kalau per satu tahun, 365 hari x Rp185.191.200 = Rp67.594.788.000.
185 juta rupiah per hari.
5,5 miliar rupiah per bulan.
Dan 67,5 miliar rupiah per tahun.
Tanyalah pada diri kita sendiri, sudah berapa lama kita hidup di bumi ini...? Dan berapa kita harus membayar oksigen yang udah kita hirup?
Orang yang paling kaya sekalipun tidak akan sanggup membiayai napas hidupnya. Ini baru dihitung dari biaya napas, belum biaya yang lainnya.
Marilah belajar bersyukur…
―oleh Timothy J. Daun & dr. Edy Tadius