Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

25 12 2015

You are my Christmas
You are my Celebration
You are my Miracle
You are my Music
You are my Forgiveness
You are my best Friend
You are my Joy
You are my Journey and ways
You are my Light
You are my king of my Life
You are my Harmony
You are my Hope in distress
You are my Truth or honesty
You are my Teammate when I don't have any
You are my Wholeness
You are my strength to Win when I feel like I'm losin'
You are my Everything when everything is everything
You are my Encourager
You are my Today
You are my Moment and words when I have nothing to say
You are my January
You are my December or the unseen help along the progress of time
You are my Expression
You are my Reality even though when many things inside of me or on the outside are trying to fake it all
You are my 'Tis the season

You are my

Jesus
25 12 2015

?

What is friendship?
What is a relationship?
What is motivation?
What is an encouragement?
What is hope?
What is reality?
What is coincidence?
What is miracle?
What is cloud?
And we can ask a lot of questions.
But, the most important, is, what is [put your name here].

"Why didn't you become you? Why didn't you become all that you are?" ~ Elie Wiesel

2

You're too selfish not to travel.
You're too selfish to be afraid for most of the time.
You're too selfish not to forgive yourself.
You're too selfish not to provide time to read.
You're too selfish to think you are always the center of the universe.
You're too selfish not to change at times.
You're too selfish not to share whatever it is you want to share.
You're too selfish not to teach, or motivate, or encourage others.

Terbaik

Aneh—atau setidaknya, itulah yang saya rasakan. Belakangan ini, saya sering bertanya-tanya di dalam hati ketika saya ataupun orang lain mengatakan tentang memberikan yang terbaik kepada Tuhan atau saat hendak melakukan sesuatu.
            Lalu, beberapa waktu yang lalu, seorang teman atau kakak, Jane Purnamasari meminta saya untuk menuliskan hal memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Dan inilah hasil dari penulisan tentang itu di dalam versi blog.
Apa sih sesungguhnya arti dari memberikan yang terbaik? Yang terbaik? Terbaik?
Apakah itu berarti mengerjakan semaksimal potensi, semampu kita—apa pun pendapat orang lain—sebab kita merasa telah memberikan atau melakukan sesuatu yang terbaik? Apakah memilih yang terbaik, atau setidaknya yang baik? Memanajemeni dengan baik? Memimpin dan mengikuti dengan baik?
Banyak hal atau kesempatan untuk kita mencoba memberikan atau melakukan yang terbaik. Dan apa yang dilakukan oleh istri saya berikut ini mungkin adalah salah satu upaya memberikan, mel…

Too

Do you feel …
Too busy to pray? Too many things to do save to read? Too many busyness to handle and can’t make time to write? Too ashamed not to be perfect? Too sinful not to do at least one good single thing to do each day? Too fearful, too guilty to start or maintain prospective relationship? Too many possessions to have that it feels like they own you already? Too … (etc.)

Pray. Read. Make time. Anytime. Write. Try. Try. Relate. Do. Not. One.



Udara

Udah pernah iseng nanyain harga oksigen? Kalo belum, kira-kira Rp25.000/liter.
Dan pernah nanyain harga nitrogen di apotek? Kalo belum, kira-kira Rp9.950/liter.
Tahukah bahwa dalam sehari manusia menghirup 2,880 liter oksigen & 11,376 liter nitrogen? Jadi, 2,880 x Rp25.000 = Rp72.000.000, 11,376 x Rp9.950 = Rp113.191.200.
Total biaya untuk bernapas 1 hari adalah Rp72.000.000 + Rp113.191.200 = Rp185.191.200.
Kalau sebulan, 30 x Rp185.191.200 = Rp5.555.736.000.
Kalau per satu tahun, 365 hari x Rp185.191.200 = Rp67.594.788.000.
185 juta rupiah per hari.
5,5 miliar rupiah per bulan.
Dan 67,5 miliar rupiah per tahun.
Tanyalah pada diri kita sendiri, sudah berapa lama kita hidup di bumi ini...? Dan berapa kita harus membayar oksigen yang udah kita hirup?
Orang yang paling kaya sekalipun tidak akan sanggup membiayai napas hidupnya. Ini baru dihitung dari biaya napas, belum biaya yang lainnya.
Marilah belajar bersyukur…
―oleh Timothy J. Daun & dr. Edy Tadius
















A Bit About A Pit

I watched one of Dr. John C. Maxwell teachings on Youtube several days ago when he was delivering his message during Global Pastors and Leadership Conference 2015. And when he shared this one special thing, it caught my attention. He shared about (which I quoted and modified a bit from an online source): A man fell into a pit and couldn't get himself out.

A subjective person came along and said, "I feel for you down there."
An objective person came along and said, "Well, it's logical that someone would fall down there."
A Christian Scientist came along and said, "You only think you're in the pit."
A Pharisee said, "Only bad people fall into pits."
A mathematician calculated how he fell into the pit.
A news reporter wanted an exclusive story on his pit.
A fundamentalist said, "You deserve your pit."
A Calvinist said, "If you'd been saved, you'd never have fallen in to that pit."
A Wesleyan said, "You …

True Colors

(An adaptation of True Colors by Cindy Lauper)

With sad eyes
sometimes I get discouraged
and, oh, I realize
it’s hard to take courage

In a world full of people
I can lose sight of it all
and the darkness inside
can make me feel small, so small

Try to show a smile then,
try not to be unhappy

When did I last saw myself laughing, really laughing?

And if this world makes me crazy
and thinking I’m taking all I can bear
and need to call up someone,
who will be there?

I'll show my true colors
shining through
I'll show my true colors
that's why I love you
I’m not afraid to let them show

True colors...
true colors...
beautiful
like a rainbow



How to be A Poet

HOW TO BE A POET
(to remind myself)

Make a place to sit down.
Sit down. Be quiet.
You must depend upon
affection, reading, knowledge,
skill — more of each
than you have — inspiration,
work, growing older, patience,
for patience joins time
to eternity. Any readers
who like your poems,
doubt their judgment.
Breathe with unconditional breath
the unconditioned air.
Shun electric wire.
Communicate slowly. Live
a three-dimensioned life;
stay away from screens.
Stay away from anything
that obscures the place it is in.
There are no unsacred places;
there are only sacred places
and desecrated places.
Accept what comes from silence.
Make the best you can of it.
Of the little words that come
out of the silence, like prayers
prayed back to the one who prays,
make a poem that does not disturb
the silence from which it came.

—by Wendell Berry

Layak

Beberapa di antara kita mungkin merasa tak layak tak layak untuk hidup tak layak untuk bekerja tak layak untuk menerima apa pun
Tapi ada, yang masih untuk kita, satu hal layak layak mengasihi
Dan lagi layak bersemangat layak berharap layak berjuang
Ya
layak untuk berjuang layak untuk berjuang layak untuk berjuang

Sampah?

Seorang abang, Ronald Politton pernah mem-posting pada akun Facebook-nya, yaitu gambar sebuah jalan di Jepang dengan status seperti ini:
Heran.. sepanjang jalan ngga ada tempat sampah tapi jalanan bersih banget.
Berikut pencerahannya.


Ada beberapa respons dari sejumlah teman. Lalu, saya pun ikut merespons:
Itulah Jepang bang. Wkt ada temen yg ke sini aja, waktu sy mau buang bungkus permen di dalam angkot, dimarahi! Disuruh masukin ke kantong ato tas aja.

Mgk krn Jepang ‘lahannya’ kecil kli y bang jd ngerasa ngehargai. Sdg, Indonesia ngerasa lahannya terlalu luas, jd buang sampah smbrgn.

Salut buat org2 Jepang yg bhkn buang bungkus permen pun ke tas ato saku dulu. Yg aneh, n kdg bikin kesel , kalo srg lht mobil mewah d Jakarta yg ngelempar sampah k luar dr jendela mobilnya. Terasa itu bukan mobil mewah, tp ‘mobil sampah’ ato mobilny tukang sampah.
Teman saya yang dari Jepang waktu itu bernama Junko.
Sedikit saja yang ingin saya tekankan, tentang lahan kecil Jepang, sehingga mungkin…

Buta di Belakang, Tahu di Depan

Saya membaca ulasan singkat dari Linda Yezak tentang isi cerpen The Boy Who Smelled Colors oleh H. Lee Barnes.
Di paragraf-paragraf awal, penulisnya memperkenalkan kedua tokoh, Julian dan Christopher yang berpetualang di sebuah gurun pasir di Arizona. Christopher sebagai tokoh utama dengan sudut pandang pertama (POV), sedangkan Julian adalah saudaranya.
Christopher menghaturkan bahwa Julian menghadap ke cakrawala yang membentang di depannya, seolah ingin merasakan desiran angin dari berbagai penjuru.
Kemudian, pada paragraf-paragraf selanjutnya, cerpen tersebut berisi dialog antarkedua karakter tersebut seperti tentang cuaca panas ataupun hawa hangat. Sampai pada dialog berikut ini, barulah jelas tentang keadaan Julian yang sebenarnya:
“This way.” Christopher aims Julian toward the trailhead and takes his forearm in hand. “Careful. There’s rock ahead.” (terj. bebas: “Lewat sini.” Christopher mengarahkan Julian sambil memegang lengannya. “Hati-hati. Ada batu di depan.”)
Menurut Linda …

Siap

Seorang yang DEKAT dengan Tuhan bukan berarti tidak ada AIR MATA

Seorang yang TAAT pada Tuhan bukan berarti tidak ada KEKURANGAN
Seorang yang TEKUN berdoa bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT tapi, orang tersebut akan selalu mengalami PENYERTAAN-Nya
Seandainya BERGUMUL, pasti ada HARAPAN
Seandainya di padang gurun, pasti DIPELIHARA
Seandainya masih dalam PROSES, suatu saat pasti DIPROMOSIKAN biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita karena Tuhan TAHU waktu yang TEPAT untuk memberikan yang TERBAIK
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar MEMAAFKAN
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kautanggung, maka saat itu kamu sed…