Skip to main content

Suckses

Apakah engkau ingin sukses?

Apa arti sukses? Berhasil (mendatangkan hasil, ada hasilnya, mendapat hasil, berbuah, tercapai maksudnya); beruntung (berlaba, bernasib baik, mujur, bahagia, tidak gagal).

Beberapa waktu lalu, melihat video yang bisa dikaitkan tentang sukses dari Zig Ziglar yang menyarankan Evaluate Where You Are (evaluasi, menilai di mana diri Anda berada). Ada delapan hal yang ia bagikan atau tanyakan untuk menyatakan seseorang sukses atau tidak atau belum:

·   Happy
·   Healthy
·   Reasonably prosperous
·   Friends
·   Secure
·   Peace of mind
·   Family relationship
·   Hope

Coba kita cerna satu per satu secara singkat, ya.

Happy (bahagia)
Ya, mungkin bahagia adalah salah satu indikator orang sukses. “I’m a happy man,” kata Campbell di film Braveheart. Tapi, bahagia yang benar-benar bahagia, ya. Kita bisa saja memasang wajah bahagia—yang walaupun entah bakal bertahan sampai berapa lama—tapi tanpa hati yang ikut semringah.

Healthy (sehat)
Saya kurang begitu yakin kalau sehat juga menjadi suatu indikator sukses. Pasti sehat bukan berarti dari satu sisi saja, yaitu sehat secara tubuh, melainkan mungkin mencakup aspek lainnya. Karena jika dari satu sisi saja, bagaimana dengan Nick Vujicic, apakah bisa dibilang sehat? Sehat, bukan?

Reasonably prosperous
Nah, saya kurang yakin padanan terjemahan untuk frasa di atas. Sudahlah, kalau boleh, saya meniru perkataan Agur bin Yake saja. Tapi, mungkin orang-orang sukses, atau lebih tepatnya berjiwa besar, pasti senang menabung.

Friends (teman, sahabat)
Ini salah satu topik sensitif mungkin. Entah menurut Anda. Apakah orang-orang kaya atau sukses, punya banyak teman? Tentu kita pernah mendengar bahwa kalau seseorang memiliki uang banyak, banyak pula temannya atau saudara yang mendekati, tapi kalau sedang tidak uang, maka orang-orang atau saudara-saudara menjauhinya. Hal yang sukar adalah mempunyai teman-teman, sahabat-sahabat yang sejati—yang sungguh-sungguh peduli, yang tak punya banyak pertolongan bersyarat.

Secure (merasa aman)
Tidak iri saat teman makan atau melakukan aktivitas bersama dengan orang lain? Tidak iri kalau orang lain lebih berhasil, lebih kaya, lebih menerima perhatian? Intinya, tidak merasa iri. Biarkanlah orang lain bahagia, dan bahagiakanlah orang-orang yang terdekat dengan Anda. Bahagiakanlah diri Anda juga.

Peace of mind
Tak ada bantal yang lebih empuk di malam hari daripada pikiran yang damai (There is no pillow so soft as a clear conscience). Peribahasa Perancis. Barangkali pun tak ada pikiran yang lebih penting daripada pikiran yang damai.

Family relationship (hubungan keluarga)
Bagaimana hubungan dengan istri, suami, anak-anak? Dengan saudara-saudara lainnya? Semoga kita mampu, atau lebih tepatnya dimampukan, untuk menjaga, membangun hubungan kekeluargaan yang baik dengan keluarga dan saudara-saudara kita.

Hal yang terakhir, yang menurut saya, sangat, paling penting adalah …

Hope (harapan)
Kita mungkin bisa saja tak mempunyai atau merasakan satu demi satu hal lainnya di atas sebelumnya tadi—happy, healthy, reasonably prosperous, friends, secure, peace of mind, family relationship—tapi kalau kita masih, masih, masih, masih, masih, masih, masih mempunyai harapan, dan harapan untuk mengejar atau melakukan hal-hal yang tidak atau belum kita miliki itu, kita masih bisa menjadi sukses. “It’s been said that a person can live forty days without food, four days without water, four minutes without air, but only four seconds without hope,” bisik John Calvin Maxwell.

Semoga kita bukan menjadi orang-orang yang "suckses", tetapi sukses.


Courtesy of http://devbasu.com/
 
















Popular posts from this blog

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***