Skip to main content

Deja Vu?

JDDO NM VQHSHMF. Judul tulisan yang saya tulis dua hari lalu tentang word play. Bermain kata. Hari ini juga ingin berbagi lagi sedikit tentang permainan kata. Permainan ini dipelopori oleh Charles Dogson, seorang ahli matematika dan pengarang, yang lebih terkenal pseudonimnya dengan nama Lewis Carroll, penulis Alice in Wonderland.

Dia mempelopori word play berjudul double play, yaitu sebuah permainan kata yang memiliki kemungkinan hubungan-hubungan atau kombinasi. Mungkin kita pun secara sengaja atau tidak, pernah melakukannya. Misalnya, dari kata tiga bisa berubah menjadi kata satu dengan cara mengubahnya: tiga – liga – laga – lagu – sagu – satu.

Pena menjadi buku. Pena – peka – reka – rela – bela – bala – pala – palu – paku – baku – buku.

Anak menjadi ayah. Anak – ayak – ayah.

Lama jadi baru. Lama – lara – mara – masa – mata – bata – bara – baru.

Dan kata-kata lainnya. Silakan mencari dan mengolahnya sendiri. : )

Terkait tentang hubungan-hubungan atau kombinasi, terutama dalam kata atau tulisan, di dalam buku Hundred Secret Senses atau Seratus Indra Rahasia oleh Amy Tan, kalau tidak salah, juga ada dibahas tentang koneksi-koneksi bahkan antarperistiwa di dalam kehidupan kita. (Teaser di www.barnesandnoble.com untuk buku itu: Amy Tan's latest effort unfolds a series of family secrets that questions the connection between fate, beliefs, and hopes, memory and imagination, and the natural gifts of our hundred secret senses.)

Jadi, bukan hanya kata-kata yang memiliki kombinasi atau sejumlah hubungan, kaitan, seperti di double play tadi, tetapi mungkin juga apa pun di dalam hidup kita. Bukankah beberapa kali pun kita pernah seolah mengalami deja vu? Atau mungkin itu adalah, hanyalah sebuah perspektif.


Relativity





















Popular posts from this blog

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***