Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2014

U R

It takes courage to grow up and turn out to be who you really are.” —e. e. cummings

you are my synonym you are my antonym, at times
you are my homonym, when we act the same but have different feeling or meaning you are my homograph, we’re the same but different at the same time my homophone
you are my superlative my hyperbole, when I (probably should do it more often) adore you more and while you say something bad, worse, and even worst about me
you are my anaphora, pleonasm, I think about you all the time my ellipsis, at times, in which I actually can’t do
you are my onomatopeia, I do what you do, though at times I hesitate to acknowledge it
but, most of all you are my language at times and most of the time all of the time














Deja Vu?

JDDO NM VQHSHMF. Judul tulisan yang saya tulis dua hari lalu tentang word play. Bermain kata. Hari ini juga ingin berbagi lagi sedikit tentang permainan kata. Permainan ini dipelopori oleh Charles Dogson, seorang ahli matematika dan pengarang, yang lebih terkenal pseudonimnya dengan nama Lewis Carroll, penulis Alice in Wonderland.
Dia mempelopori word play berjudul double play, yaitu sebuah permainan kata yang memiliki kemungkinan hubungan-hubungan atau kombinasi. Mungkin kita pun secara sengaja atau tidak, pernah melakukannya. Misalnya, dari kata tiga bisa berubah menjadi kata satu dengan cara mengubahnya: tiga – liga – laga – lagu – sagu – satu.
Pena menjadi buku. Pena – peka – reka – rela – bela – bala – pala – palu – paku – baku – buku.
Anak menjadi ayah. Anak – ayak – ayah.
Lama jadi baru. Lama – lara – mara – masa – mata – bata – bara – baru.
Dan kata-kata lainnya. Silakan mencari dan mengolahnya sendiri. : )
Terkait tentang hubungan-hubungan atau kombinasi, terutama dalam kata ata…

Pret?

Tadi pagi, hampir sharing renungan di kantor karena teman (Kenny Saputra) minta tolong supaya menggantikan dia. Tapi, karena kemungkinan telat sampai di sana, saya meminta tolong Pak Ryan saja yang membawakan renungan.
Renungannya dari Santapan Harian-nya SABDA. Sebagai berikut.
Wahyu 12:1-12
Judul: Rival Allah: Sang Naga
Wahyu bukanlah catatan sejarah masa lampau atau gambaran kronologis masa depan. Wahyu memperlihatkan kedaulatan Allah atas dunia ini, atas sejarah, dan atas masa depan dari berbagai perspektif.
Pasal 12-13 memperlihatkan bagaimana rival Allah, yang diwakili si Naga (12:3), binatang yang keluar dari laut (13:1-2), dan binatang yang keluar dari bumi (13:11), yang melambangkan kekuatan triritunggal yang jahat/najis, berupaya mengacaukan karya penyelamatan Allah tritunggal atas dunia milik-Nya. Upaya tritunggal yang palsu itu tidak berhasil. Allah Tritunggal sejatilah yang mengendalikan sejarah, bahkan para musuh-Nya.
Si Naga merupakan musuh Allah yang mencoba merintangi r…

JDDO NM VQHSHMF

Saya suka bermain kata. Mungkin bahasa adalah matematika saya—pengakuan, berhubung dulu nilai-nilai ilmu eksak saya jelek, dan sering kali gentar ketika masa SMP dan SMA kalau guru menanyai murid-murid tentang soal-soal matematika.
Juga suka bermain asah otak, tapi mungkin bukan yang ranah hitung-hitungan. Lebih ke yang arah kata-kata atau lainnya.
Berikut ini ada sedikit latihan asah otak plus mungkin bisa juga sebagai permainan kata. Sudah terpatri di benak kita yang memakai dan tahu huruf Romawi bahwa A adalah A dan Z adalah Z. Bagaimana kalau kita coba mengubah-ubahnya? A menjadi B, atau C, D, atau E, dst.
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C D F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C D E G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C D E F H I J K L M N O …

K

Saat baca-baca kemarin pas kelompok sharing di kantor, mata menyorot, atau hati sih tepatnya, pada kata-kata, “Mungkin karena kita takut terhadap kekosongan dalam jiwa kita yang cenderung terasa pada jam-jam sunyi,” oleh Charless Swindoll. Mungkin karena kita takut terhadap kekosongan dalam jiwa kita yang cenderung terasa pada jam-jam sunyi.Ketemplak.
Saya tahu orang-orang pasti memiliki kuota rasa tidak puas, atau kekosongan, di dalam hati, entah berapa pun jumlahnya, kadarnya. Dan barangdanau (bukan barangkali) itu sah-sah saja kalau ada rasa puas yang tidak sah, maksudnya suka keadaan stagnan, mencari hal-hal yang gampang saja, terpaku dan terpukau masa lalu. Atau, mungkin wajar-wajar saja kalau ingin mengejar pekerjaan bergaji lebih besar lagi atau yang lebih baik sesuai panggilan hidup—maksudnya, untuk itu kita mulai terpanggil merasa benar-benar hidup—memiliki hubungan, menguasai komunikasi, mengatur keuangan dengan lebih bagus lagi, mencoba kesempurnaan, kesuksesan. Kejarlah.
Ras…

Bohong Adalah Pisau