Skip to main content

Menjadi Divergent

Guys, mau share sedikit dari film Divergent. Mungkin filmnya biasa saja... tapi as for me, it means a lot karena bisa jadi sebuah refleksi...

Secara pribadi, saya merasakan mungkin banyak hal dari kita yang tidak atau kurang pas dengan tempat kita berada. Barangkali dengan pola pikir berbagai orang yang ada di sana, landasan filosofi ataupun doktrinnya, sistemnya, dan lain-lain...

Pernah berusaha juga, saya menjadi seperti merekaibaratnya entah itu menjadi salah satu golongan; Dauntless, Erudite, Abnegation, atau apa pun faction dari mereka. Tapi tetap saja, rasanya ada sesuatu yang tidak pas, seperti ada sesuatu dari diri kita yang different... yang beyond...

Webster menerjemahkan divergent sebagai: differing from each other or from a standard atau bisa juga infinite or no limit (via Franisz)...

Berbeda. Tidak standar. Kreatif.

Alhasil, saya pun mempunyai ide membentuk nama salah satu grup di WA adalah Very Creative People. Awalnya, ada visi di balik pemilihan nama itu... Saya percaya, kita adalah orang-orang yang sangat, sangat, sangat kreatif... orang-orang yang divergent... Tetapi, mungkin sebagai orang yang kreatif, mesti wise, sebab kalau tidak, akan terasa menjadi seperti sebuah “ancaman” bagi beberapa orang, dan bisa jadi mereka akan berusaha “membunuh” atau memburu kreativitas kita... hehehe...

Menjadi divergent bukan berarti terus memberontak, tetapi harus dalam rencana Tuhan, submit atau tunduk pada otoritas. Pasti ada tujuan-Nya: untuk bisa menginspirasi, memberi warna baru sehingga membawa dampak dan perubahan kepada banyak orang—ataupun mungkin beberapa orang saja—agar tempat keberadaan kita, bahkan orang-orang pun menjadi jauh, jaaauh lebih baik. Lebih relevan. Lebih awesome-lah! Tentu selama kita masih berada di posisi atau tempat kita sekarang ini.

So... keep being "DIVERGENT" for God's purpose, guys!

Gbu.


Let your light so shine before men that they may see your moral excellence and your praiseworthy, noble, and good deeds and recognize and honor and praise and glorify your Father Who is in heaven. (Matius 5:16, Amplified)


Ryan Darliansyah


Sumber: kreatif




















Popular posts from this blog

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***