Skip to main content

Tinggallah Dalam-Nya

Tinggallah dalam-Nya,
            dalam berjaga, siang dan malam,
            bagi tubuh, jiwa, dan ruh setiap milik-Nya

Tinggallah dalam-Nya,
            dalam doa dan permohonan segala,
            bagi tiap persoalan dan kebutuhan,
            di dalam segala keadaan

Tinggallah dalam-Nya,
            dalam ucapan syukur
            karena Ia bekerja di dalam segala sesuatu dan
            karena Ia mampu mengubah segala sesuatu menjadi kebaikan
            bagi orang-orang yang mengasihi-Nya

Tinggallah dalam-Nya,
            agar
            hidup kita memberi:  kasih, sukacita, kebaikan, damai sejahtera,
                                                  kemurahan, kesabaran, kelemahlembutan,
                                                  kesetiaan dan penguasaan diri

Tinggallah dalam-Nya,
            agar hidup sebagai garam dan terang bagi orang lain

Tinggallah dalam-Nya,
            itulah kehendak utama,
            Ruh-Nya yang memungkinkannya

Tinggallah dalam-Nya,
            dalam persekutuan dipersatukan

Tinggallah dalam-Nya,
            agar lalu, kini, dan depan
            ada dalam genggaman-Nya seutuhnya
            agar keduniawian dan si penipu
            tak dapat memengaruhi, memperdaya, menguasai hidup kita

Tinggallah dalam-Nya,
            di dalam-Nyalah kita hidup:
            berjalan, bergerak, berkarya

Tinggallah dalam-Ku,”
            itulah ajakan-Nya sendiri!

Tinggallah dalam-Nya,
            bermakna, beriman kepada-Nya
            bahwasanya sendiri-Nyalah yang berkarya dalam diri

Tinggallah dalam-Nya,
Yesus Kritus Tuhan.



—Frankie Suthya


Popular posts from this blog

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***