Skip to main content

Saat Natal tuk Saat Nanti


Image courtesy of ladyfi
Hari ini saya sejenak dapat menikmati langit pagi yang berlapis awan mendung.

Dua ekor burung terbang melintasi awan mendung dengan tenangnya. Sementara, awan gelap makin menggulung.

Saya mulai berpikir, Wah bakalan hujan seharian nih. Tetapi, sepuluh menit kemudian angin menyapu langit, dan mendung pun berarak hilang.

Terkadang, dalam kehidupan kita, kita sering merasa khawatir akan masa mendatang. Tetapi, apa yang kita khawatirkan terkadang hanya muncul dari pikiran kita.

Saya pagi ini seperti sedang diingatkan kembali bahwa Allah sesungguhnya lebih tahu akan masa depan kita. Tugas kita hanyalah belajar percaya dan berserah seperti dua ekor burung tadi yang terbang melintasi langit yang mendung.

Hati ini kita pun diingatkan bahwa kelahiran Kristus adalah bagian rencana Allah bagi kehidupan anak-anak-Nya.


oleh Jati Wicaksono 


(Sepotong Singkong Rebus Kehidupan bagi Sahabat-sahabat.)
nb: Selamat Hari Natal


Popular posts from this blog

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***