Skip to main content

A dedication to all moms who always pray for their children

Detik ini, aku terjebak dalam dentingan memori
Aku sang pemimpi
Mimpi pertamaku waktu aku masih putih suci
Aku ingin menjadi ibu guru!
Iya, seperti Ibu Bernadette guru kelas satuku
Aku bercerita ke mamaku
“Mama, ketika aku besar nanti, ingatlah… aku akan menjadi guru,
Ibu guru, mama, seperti Ibu Bernadette itu!”

Ah… dan dentingan ini mengingatkanku akan senyum mamaku
Senyum mama di pagi hari, membangunkan si manja
aku
“Nak, bangun nak… bangun putri kecilku… ayo sekolah,”
lalu dia memangkuku dan memelukku…
membelai manja rambutku..
mama… malaikat penjagaku

Itu ceritaku waktu dulu
dan ketika aku mengerti arti dunia
aku tidak pernah lagi memanggilnya mama
aku tidak pernah lagi melihat senyuman darinya
aku lari meninggalkannya
Dunia menarikku ke dasarnya yang curam
Dibutakannya mataku
Aku kehilangan malaikat penjagaku…

Namun, ternyata…
Sang malaikat berdoa lirih setiap hari
“Kembalikan putri kecilku…”
Dan Tuhan pun melihat air matanya…
Aku kembali ke pangkunya
Senyumannya masih ada di raut wajahnya
Cantik, sempurna…

Sekarang ini
Aku pergi ke sebuah negri
Di mana aku meraih mimpi kecilku
Mimpi yang ingin kuhibahkan kepada malaikat penjagaku
Mama, aku ingin engkau melihat aku dan celotehku dulu
Aku akan membuatmu tersenyum bangga akan diriku
Membayar apa yang sudah kulakukan ketika aku meninggalkanmu dulu


Mama…
Air mata tak pernah terbendung ketika kudengar suara indahmu
Dan terlebih lagi
Tanganmu yang dulu selalu membelaiku
Sudah rapuh, sudah rapuh, rapuh, sudah tak seindah dulu…
Mengapa waktu tak adil terhadapmu
Aku terus berdoa dan berdoa, dan berdoa
Memohon pada Yang Kuasa
Tuhan… jaga mamaku selalu
Tolong Tuhan, ini permintaanku
Aku ingin pulang dan menunjukkan
pada mamaku,
Mama…
“Aku meraih mimpiku.”



—oleh Juliana Putra



Image courtesy here














Popular posts from this blog

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***