Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2013

Kantor

Dari pengalamanku, kerja di kantor itu seperti ini:
1. Mendadak diminta data penting dan cepat
2. Kadang dimarahi bos
3. Salah-salahan sama temen kerja
4. Sudah ngetik lupa nge-save
5. Meskipun sakit, tetap ngantor
6. Kalau lagi kelaperan, jadi bingung
7. Suka pura-pura sibuk
8. Suka ngantuk siang hari
9. Kedinginan karena AC
10. Kalo stres, suka ngomong sendiri
11. Suka mampir ke divisi lain untuk cari camilan
12. Ditelepon bos kapan pun, di mana pun
13. Mendadak disuruh balik ke kantor
(14.Silakan tambah sendiri daftarnya) - Rukun kalo makan - Sarapan mi instan pas kepepet - Meja kerja berantakan walau dirapikan berkali kali - Bikin jadi pingin kerja di rumah : ) - Saingan sama teman setel musik
Tapi, namanya juga nyari sesuap nasi, segenggam berlian...
—oleh Monica Petra Karunia











Satire Catur

Seharusnya, menurut saya, atlet catur ataupun pemain catur profesional itu kaya raya sebab mengerti strategi yang baik yang mungkin bisa diaplikasikan untuk kehidupan—seperti remarks di bawah ini:





















Chess Has It All (dari berbagai sumber): - Not underestimating opponent - Understanding consequences - Sacrificing for future benefit - Planning and thinking ahead - Strategy and tactics - Logic and reasoning

Dalam Negeri

Saya kira, Dengarkan Suara Dalam Hati


















"Don't give in to your fears. If you do, you won't be able to talk to your heart."

Still Building

Saling Sungguh

Kita menyapa, tapi tak saling mengenal

Kita mengenal, tapi tak saling peduli benar-benar
Kita peduli, tapi tak mau siap-siap berselisihan
Kita berselisihan, tapi persahabatan sejati mau berdamaian
Kita berdamaian, tapi itu perjuangan setiap hari
Kita berjuang, tapi apakah itu hanyalah kepura-puraan?
Kita berpura-pura, tapi apakah memiliki kerinduan untuk berterang?
Kita berterus-terang, tapi apakah melihat hati teman?
Kita berteman, tapi apakah kita saling mengenal?
Kita saling mengenal, tapi apakah kita sungguh sahabat, saling sungguh…

Profesional-is-me

Profesional bukanlah hal tentang semata-mata menjadi ahli di salah satu atau dua, tiga bidang tertentumu; adalah hari saat di mana kamu jujur mengakui kesalahanmu, bangga mengakui akan sebenarnya pekerjaanmu—apa yang engkau lakukan, bangga akan keluargamu, pasanganmu, anak-anakmu. Hidup tulus di mata manusia, sebagaimana adanya terhadap sahabat-sahabatmu walau sahabatmu hanya satu, terutama hatimu di mata Tuhanmu.