Skip to main content

Mulai dengan Satu Jam


Seorang anak bertanya pada ibunya, “Ibu, apakah kita bisa hidup tanpa berbuat salah selama kita hidup?”

Ibunya menjawab, “Tidak bisa, Nak.”

Sang anak bertanya lagi, “Apa kita bisa hidup tanpa berbuat salah dalam setahun …?”

Sambil tersenyum, ibunya menggelengkan kepala seraya berkata, “Tidak bisa juga, Nak.”

Anak pun bertanya kembali, “Apa kita bisa hidup dalam satu bulan tanpa melakukan kesalahan, Bu?”

Ibunya tertawa sambil menjawab, “Tidak bisa juga, Nak.”

Anak pun bertanya lagi, “Ini yang terakhir, Ibu. Apa kita bisa hidup tanpa berbuat salah dalam 1 jam…?”

Akhirnya ibunya mengangguk dan berkata, “Mungkin bisa, Nak.”

Sang anak langsung berkata, “Kalau begitu, aku akan belajar hidup benar dari jam ke jam.”

Dari latihan yang kecil dan sederhana akan menjadi terbiasa. Apa yang sudah terbiasa akan menjadi sifat. Sifat akan menjadi karakter.

Hiduplah satu jam tanpa: marah, hati jahat, negative thinking, menjelekkan orang, serakah, benci, sombong, egois.

Hiduplah satu jam dengan: kasih, sukacita, damai, sabar, lemah lembut, murah hati, rendah hati, pengendalian diri.

Ulangi selama satu jam berikutnya, dan satu jam lagi seterusnya.

Mulailah dari satu jam saja!

Be happy! :)



oleh Betty Sukmawati


Popular posts from this blog

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***