Skip to main content

Pantai sepinya melakolis, kota macetnya sanguin

Those who rush arrive first at the grave.
―Pepatah Spanyol


Saya bukannya ingin mempersoalkan kekencangan motor-motor atau kemacetan di kota, terutama seperti di Jakarta. Saya hanya mempersoalkan diri sendiri, dan mungkin berkaitan dengan beberapa orang, mungkin juga Anda.

          Ihwal saya begini, orang-orang yang berangkatnya jauh dari rumah menuju tempat kerja (misalnya dari Depok ke Meruya), pagi-pagi di tengah halau-balau *tidak, kata halau itu bukan salah ketik dari kata kacau, sebab saya sengaja ingin menekankan kata yang kedua itu* kemacetan di jalanan, sesampainya di kantor saat sedikit siang agaknya boleh tidak perlu meleburkan diri di dalam obrolan pagi bersama rekan-rekan. Apalagi kalau sekiranya bekerja di halau (bahasa Hawaii: sekolah, akademi) atau perusahaan berintensitas banyak obrolan lainnya.

          Suara-suara bising mobil, truk beserta asap hitam-putihnya, serta auman sepeda motor sudah cukup amat sangat memenatkan daun dan gendang telinga ini, belum juga ditambah untuk merasuk masuk ke pikiran. Kecuali kalaulah mesin-mesin itu bisa bersiul saja, bolehlah jiwa dan pikiran orang-orang yang bekerja jauh ini merasa tenang, terasa santai bak di pinggir pantai. Jarang ada mesin yang melankolis, sayangnya.

          Ada orang yang pernah mengecap PP jauh dari kediaman ke kantor. Ada juga orang yang pernah jauh, lalu dekat, lalu jauh lagi, kemudian dekat, dan jauh lagi, dan seterusnya. Apakah seseorang bisa menemukan panggilan jarak tempat kerjanya seperti halnya panggilan hidupnya?

          Semoga orang-orang bisa menjadi dirinya sendiri. Kalau ingin tertawa, ya tertawa. Kalau tidak ingin, ya tidak. Sembari tetap bersemangat melakukan apa yang mesti dilakukan selama masih berada di tempatnya bekerja.

Popular posts from this blog

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***