Skip to main content

Kaya di Sisi Tak Iri


Siapa bilang Bunda Teresa adalah orang miskin? Beliau adalah orang kaya karena menang Nobel Peace Prize pada 1979 yang selain mendapatkan piagam penghargaan, juga menerima hadiah uang $192,000 (sekarang ± Rp1.727.040.000). Meskipun demikian, beliau ingin menghibahkan uang itu kepada penduduk miskin di India.

Siapa bilang Muhammad S.A.W. adalah fakir miskin? Beliau memulai usaha sejak belia. Menikah pada usia 25 tahun, mahar 20 ekor unta. Jika sekarang seekor unta seharga 30 juta rupiah, total 600 juta. Pemuda yang sukses. (referensi: The Power of Mimpi, karya Akbar Kaelola). Hanya setelah menjadi nabilah, beliau melepaskan kekayaannya dan mulai membantu orang-orang miskin.

Siapa bilang Yesus Kristus itu adalah miskin? Orang muda yang kaya dan suci—menurut pikirnya sendiri, sih (Matius 19:16-26)—saja datang meminta nasihat hidup kepada Yesus. Orang muda kaya mana, dan suci, yang mau meminta nasihat kepada orang miskin?

Anda, saya, kita barangkali sekarang masih miskin, tetapi sesungguhnya kita kaya, walaupun belum kaya. Kita mungkin miskin di satu sisi, tapi kita kaya pada sisi lain. Di sisi apakah kita kaya? Biasanya, kita kaya dalam sisi kita tidak iri, malah ingin menolong sebanyak-banyaknya orang melalui sesuatu yang sanggup kita berikan bagi mereka. Bahkan, ada orang yang kaya raya hanya melalui menghirup seberkah O2.

Next, jika kita melihat orang yang sepertinya miskin, kita perlu mengubah cara melihat seperti itu. “Semenjak bayi,” Mark Sanborn yakin, kita mampu melihat dunia sekitar kita. Namun, melihat bukanlah sekadar tentang melihat dunia sekitar, melainkan memberikan makna, arti pada yang kita lihat itu.” Terutama, menyangkut cara pandang terhadap diri kita. Tetapi, berusahalah, tetaplah kaya supaya bisa menolong sebanyak mungkin orang.


If you are born poor, it's not your fault. But, if you die poor, it's your fault.
—Bill Gates

An ant is over six feet tall when measured by its own foot-rule.
—Pepatah Slovenia

Popular posts from this blog

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***