Skip to main content

Dengan cerita singkat

Truman Capote terinspirasi dari artikel singkat berikut ini sebelum menulis bukunya, In Cold Blood.

Wealthy Farmer, 3 Of Family Slain

Holcomb, Kan., Nov. 15 (UPI)--A wealthy wheat farmer, his wife and their two young children were found shot to death today in their home. They had been killed by shotgun blasts at close range after being bound and gagged.

The father, 48-year-old Herbert W. Clutter, was found in the basement with his son, Kenyon, 15. His wife Bonnie, 45, and a daughter, Nancy, 16, were in their beds.

There were no signs of a struggle, and nothing had been stolen. The telephone lines had been cut.

"This is apparently the case of a psychopathic killer," Sheriff Earl Robinson said.

Mr. Clutter was founder of the Kansas Wheat Growers Association. In 1954, President Eisenhower appointed him to the Federal Farm Credit Board, but he never lived in Washington.

The board represents the twelve farm credit districts in the country. Mr. Clutter served from December, 1953, until April, 1957. He declined a reappointment.

He was also a local member of the Agriculture Department's Price Stabilization Board and was active with the Great Plains Wheat Growers Association.

The Clutter farm and ranch cover almost 1,000 acres in one of the richest wheat areas.

Mr. Clutter, his wife and daughter were clad in pajamas. The boy was wearing blue jeans and a T-shirt.

The bodies were discovered by two of Nancy's classmates, Susan Kidwell and Nancy Ewalt.

Sheriff Robinson said the last reported communication with Mr. Clutter took place last night about 9:30 P.M., when the victim called Gerald Van Vleet, his business partner, who lives near by. Mr. Van Vleet said the conversation had concerned the farm and ranch.

Two daughters were away. They are Beverly, a student at Kansas University, and Mrs. Donald G. Jarchow of Mount Carroll, Ill.

Artikel tersebut terambil dari arsip lama koran The New York Times, tertanggal 16 November 1959. Bisa dilihat di situsnya, sih, tetapi mesti sign up dulu.

Truman Capote mendapat bantuan dari Harper Lee, penulis yang juga terkenal melalui karyanya, To Kill A Mockingbird, untuk mengadakan penelitian guna menunjang penulisan buku Truman Capote tersebut, In Cold Blood.

Nah, kalau Truman Capote saja bisa terinspirasi dari cerita, artikel singkat di atas pada tahun segitu, tentu pintu kemungkinan terbuka bagi kita untuk melakukan hal yang sama, menginspirasi orang-orang untuk mengerjakan hal-hal besar bahkan mengubahkan, dari cerita-cerita kita meskipun singkat adanya. 

Popular posts from this blog

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***