Skip to main content

Pekerjaan yang Baru

Mungkin mencari pekerjaan yang baru itu hampir seumpama melewati jalan yang baru (baik pertama kalinya maupun kali kedua) untuk menuju ke tempat yang ingin kita tuju. Kita berharap, bahkan yakin dan percaya bahwa kita akan berhasil melaluinya, menemukan arah yang tepat, tidak akan tersesat asalkan kita mau sesekali bertanya kepada orang-orang.

Mungkin jalan baru itu lebih jauh, mungkin memutar, bahkan juga mungkin akan mengantarkan kita kembali ke jalan semula, jalan lama yang pernah kita lalui, sudah ketahui, atau baru setengah perjalanan. Tetapi, pasti ada sesuatu yang baru, setidaknya petualangan (karena saat-saat sekarang pun memang sedang gencar ada Adventure Deficiency Syndrome atau gejala kekurangan petualangan), perasaan seru atau tertantang, dan agak menegangkan. Dan pengalaman!

Ada sesuatu yang akan engkau ceritakan nanti dari pengalaman, daripada tidak ada apa-apa dari sesuatu yang tetap, monoton, dan membuatmu merasa aman--untuk sementara.

Kadang, hampir menemukan, menerima, mendapatkan pekerjaan yang baru juga hampir serupa dengan menemukan ujung akhir jalan yang baru itu menuju lokasi tujuan, asalkan kita tidak putus asa atau menyerah saja. Selalu ada jalan bila kita: Well, I've got nothing to lose.

Saat kita menerima panggilan wawancara kerja, lalu berlangsung setengah sukses atau setengah gagal kita rasa--dan memang sebaiknya lain kali saat wawancara, kita penuh percaya diri saja (juga, Harvey B. Mackay pernah berkata, "During interview, perhaps there are two persons. One is the camera-person, the other is the interviewer. The less you are aware of the camera, the better.")--dan berharap, yakin bahwa kita akan diterima bekerja, namun seolah tidak tampak hasilnya, itu pun seperti hampir menemukan ujung akhir jalan baru yang akan kita lalui, kita tembus.

Di atas permukaan tanah di dunia, bumi ini, banyak jalan. Di dalam hidupmu di lajur waktu, di bawah matahari atau pun pelangi, lebih banyak jalan.

Popular posts from this blog

Tulisan lama tentang "Man's Search for Meaning"

Thoughts on Viktor E. Frankl's “Man's Search For Meaning”
Tulisan ini saya maksudkan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran. Pemikiran-pemikiran tersebut adalah hasil pembacaan buku karya Viktor E. Frankl berjudul Man's Search For Meaning. Buku itu menggugah saya untuk mengejewantahkan pemikiran di balik teori dan fakta dalam buku tersebut. Semoga pemikiran-pemikiran dan tulisan ini juga bisa menggugah dan menambah pengetahuan Anda.
Saya menyadari keterbatasan saya. Saya tidak mengalami yang Viktor E. Frankl alami. Pemikiran saya terbatas. Viktor E. Frankl pun berkata: “Mungkinkah seorang bekas tahanan mampu membuat pengamatan pribadi yang objektif? Keobjektifan seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang yang tidak langsung mengalaminya; tetapi orang seperti itu terlalu jauh dari tempat kejadian untuk membuat sebuah pernyataan yang punya nilai nyata. Hanya orang dalam yang tahu keadaan sebenarnya. Barangkali pengamatannya tidak objektif; penilaiannya mungkin terlalu berlebiha…

Stories for Cherish

Berikut ini beberapa cerita yang saya tulis untuk Cherish dulu ketika saya masih bekerja di YPBB, Indovision. Ilustrasi-ilustrasi saya gunakan dari sejumlah referensi.


---
Kereta Api yang Bisa Berjalan Kaki

Pada suatu hari, saat sedang musim liburan, orang-orang pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Sayangnya, tempat wisata itu jauh sekali dari daerah atau rumah mereka. Jadi, mereka tidak bisa hanya berjalan kaki menuju ke sana, tetapi dengan alat transportasi. Nah, karena pada zaman dulu belum ada pesawat terbang atau kapal laut dan mobil, orang-orang pergi berlibur ke tempat wisata yang jauh naik kereta api.
Orang-orang mulai berdesak-desakan naik kereta api. Kereta api pun mulai berangkat dan melaju di atas rel besi. Dulu, kereta api masih memakai bahan bakar berupa batu bara dan mesin lokomotifnya berbunyi tut… tut… tut… tut… sambil mengepulkan asap yang banyak sekali.
Nah, karena di dalam kereta api tidak ada kipas angin, apalagi AC (air conditioner), orang-orang merasa kepanasan! Ha…

Tulisan campuran

(Beberapa campuran tulisan lama saya. Jangan throw up, ya, membacanya, apalagi juga kalau ada kesalahan grammar, juga kebanyakan kutipan karena masih tulisan lama.)

***